Selasa, 03 Mei 2011

Psikologi_Mahasiswa

Sesuai dengan cara berfikirnya yang cenderung praktis dan opurtunis dalam berperilaku dan berfikirnya mengakibatkan banyak kekurangan dalam berteori dan berpraktek yang lebih maju, karena psiko atau kejiwaan mahasiswa tersebut dari pengalaman hidupnya yang cenderung mengalami tekanan-tekanan sosial keluarga, teman dan lingkungan dia di lahirkan.
Oleh sebab itu jika kondisi keluarga, teman dan lingkunganya mengalami problem ekonomi dan politik yang kurang terarah dalam berprakteknya dan tidak menghasilkan sesuai yang di inginkan maka kondisi psiko mahasiswa tersebut kurang baik, kurang baik dalam belajar, dalam peniltian dan aplikasi ke masyarakat.
Psikologi mahasiswa adalah sebuah krontruksi berfikir dan berperilaku berdasarkan ego yang terkumpul di dalam kepribadian mahasiswa yang memunculkan suatu keadaan baru, atau secara umum kondisi kejiwaan mahasiswa dalam melakukan praktek kehidupan di masyarakat secara khusus dan masyarakat secara umum.
Terkadang memang masalah-masalah sosial yang dialami mahasiswa selalu kompleks dan menyeluruh yang mengakibatkan pola berfikirnya mengarah ke arah praktis dan opurtunis dalam proses menuntut ilmunya. Tetapi juga tidak hanya berfikir praktis atau opurtunis juga tetapi juga bisa apatis dan bisa lebih kritis di bandingkan masyarakat secara umum yang sudah di bentuk oleh keadaan sosial yang mengarah ke ekonomi dan politik.
Karakter atau cara berfikir praktis adalah cara berfikir manusia yang cenderung mencari kemudahan dan menyesuaikan dengan kemampunya dalam menghadapi masalah yang dia hadapi, maka kondisi kejiwaan mahasiswa tersebut juga mengikuti cara berfikirnya yang cenderung kekanak – kanakan. Atau bisa di sebut cara berfikirnya tidak jau beda dengan anak SMA sacara umum.
Untuk yang opurtunis yang cenderung berfikir mencari ke untungan atau hasil yang sesuai yang di inginkannya, maka cara berfikirnya dan berperilakunya selalu mencari keuntunganya sendiri dan mau bertindak sesuai ego mahasiswa tersebut yang takkan pernah tau suatu kebenaran yang benar-benar nyata atau terbukti yang harus dilakukanya untuk suatu kemajuan.
Memang di dalam kehidupan cenderung abstrak di masyarakat yang membuat kita sulit memilih dan menentekuan apa yang sesuai dengan kendisi di masyarakat secara khusus dan umum, tetapi banyak yang harus di pelajari oleh mahasiswa di karenakan mahasiswa adalah tingkatan tertinggi dari siswa.
Siswa yang belajar teori dan berpraktek dalam dunia pendidikan dan mahasiswa yang melakukan proses pendidikan di kampusnya dan penilitian di dunia akademik dan di masyarakat sekaligus berfikir secara global dan membuat arus di globalisasi yang baru dan lebih maju sesuai tujuan perguruan tinggi.
Dan bagian dalam psikologi mahasiswa yang lain seperti apatis dan kritis ini di pengaruhi oleh keadaan yang tertekan dalam konteks keluarga dan terpengaruh konteks baru di masyarakat, untuk apatis yang berfikr atau sebuah cara berfikir manusia yang cenderung membatasi berfikirnya, atau yang cenderung tidak mau menau bila tidak sesuai dengan ego mahasiswa tersebut. Walaupun dalam konteks akademik dan general of progesif sekalipun.
Tetapi di psikologi mahasiswa apatis lebih teguh dalam belajar dan bertindak ketika tekanan ego yang di alaminya semakin tinggi sekaligus sesuai egonya. Maka di situ muncul suatu kejiwaan yang cenderung memberontak terhadap kepribadianya mengakibatkan bijak atau sesuai dalam konteks permasalahan. Karena psikologi mahasiswa apatis cenderung semua persoalan itu dia mengagap masalah dan masalah yang harus di selesaikan. Maka kelemahanya kurang teliti dalam melakukan ataupun belajar nya yang kurang maksimal dalam hasilnya dan cenderung insting yang posesif dalam berperilaku.
` Mahasiswa kritis cenderung cara berfikirnya selalu kurang puas dan bertanya – tanya mencari kebenaran dan mencari hasil yang sempurna di setiap belajar, pendidikan, penilitian dan pengapdian masyarakat sekaligus suka memecahkan masalah dan membuat suatu terobosan-terobosan baru yang lebih bagus dan efisien dalam bersikap maupun bertindak. Karena berfikir ktitis bukan hanya ego saja yang mempengaruhi tetapi juga perasaan dan keyakinanya selalu sesuai dalam menyelesaikan masalah.


Jadi psikologi mahasiswa semua itu tergantung masalah – masalah dan pilihan yang di tentukan oleh pribadi mahasiswa yang dia hadapi, tetapi setiap psikologi mempunyai ke unggulan dan kelemahan masing-masing tidak hanya suatu kemajuan saja seperti yang di jelaskan tadi. Di psikologi mahasiswa ada yang lebih bagus dari pada psikologi yang lain seperti psikologi kritis karena kontruksi pemikiranya selalu sesuai dengan keadaan yang di hadapi di kepribadianya, tetapi semua itu tergantung kumpulan – kumpulan masalah yang dia hadapi dan seberapa berat masalahnya.



SEKIAN_____

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bagaimana pendapat tentang anda tentang postingan saya?